Rahasia Di Balik Larangan Berlebih-Lebihan

Hai Bani Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf : 31)

Kata ( المسرفين ) Al-Musrifín berasal dari kata asrafa-yusrifu yang sanggup diartikan dengan melampaui batas atau berlebih-lebihan. Seseorang yang mengerjakan sesuatu atau memakai sesuatu dengan perilaku tidak masuk akal dan melebihi batas yang normal, sanggup dikatakan bahwa ia telah bersikap israf atau melampaui batas kewajaran. Perintah makan dan minum, lagi tidak berlebih-lebihan, yakni tidak melampaui batas, merupakan tuntunan yang harus diubahsuaikan dengan kondisi setiap orang. Ini sebab kadar tertentu yang dinilai cukup untuk seseorang, boleh jadi telah dinilai melampaui batas atau belum cukup buat orang lain.



Makan dan minumlah makanan dan minuman yang baik-baik, dan janganlah kau berlebih-lebihan pada semua itu. Tetapi kau wajib mengambil jalan tengah pada semua itu, sebab Allah Yang Maha Pencipta akan segala kenikmatan tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan pada semua itu. Bahkan Allah menghukum mereka atas perilaku berlebih-lebihan ini, sesuai dengan kadar ancaman dan kerusakan yang ditimbulkan oleh mereka. Karena hal itu berarti mereka telah melanggar fitrah dan berbuat jahat terhadap diri mereka sendiri mengenai badan dan harta mereka, dan berbuat jahat kepada keluarga dan tanah air mereka. Karena mereka yaitu anggota dalam badan keluarga dan bangsa. An-Nasa'i dan Ibnu Majah telah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: “Makanlah, minumlah dan bersedekahlah, pakailah pakaian tanpa bersikap sombong dan membanggakan diri tanpa berlebih-lebihan, sebab sebenarnya Allah bahagia melihat bekas nikmat-nikmat-Nya kepada hamba-Nya.” Demikian pula diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa beliau mengatakan: “Makanlah apa yang kau kehendaki dan minumlah apa yang kau kehendaki, dan pakailah pakaian yang kau kehendaki. Jangan hingga kau dibentuk salah oleh dua perkara; yaitu berlebih-lebihan dan sombong.”


Wallahu A’lam


Comments

Popular posts from this blog

Kisah Pembantu Fir’Aun Yang Makamnya Harum

Kumpulan Doa Nabi Ibrahim

Tiga Cara Semoga Ilmu Bermanfaat