Apakah Nabi Muhammad Pernah Melihat Allah?

Suatu dikala Abdullah bin Syaqiq berkata kepada Abu Dzar menjelang wafatnya, “Seandaianya saya pernah berjumpa dengan Rasulullah dan melihatnya, pasti saya akan bertanya kepada beliau, ‘Apakah engkau pernah melihat Tuhan?’.” Abu Dzar al-Ghifari berkata kepadanya, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah wacana itu, dan dia menjawab, “Aku melihat nur (cahaya)’.”

Sebagian ulama beropini  bahwa makna hadits, “Aku melihat nur (cahaya)” ialah bahwa cahaya yang dilihat Rasulullah saw. menghalanginya untuk melihat Allah swt., alasannya ialah sangat tidak mungkin Allah swt. hanya sekadar cahaya. Sebab, cahaya ialah sesuatu yang diciptakan-Nya.

Adapun firman Allah swt., “Allah ialah nur (cahaya) langit dan bumi” mengandung arti bahwa Allah pemilik dan pencipta cahaya langit dan bumi. Dialah yang menyinari sanubari hamba-hamba-Nya yang beriman dengan cahaya (petunjuk).



Dalam hadits lain, dikala ditanya apakah dia melihat Allah swt. di malam Isra’ dan Mi’raj, Rasulullah saw. bersabda, “Hanya nur (cahaya), bagaimana saya melihat-Nya.” (HR. Muslim)

Itu artinya, Nabi Muhammad saw. tidak pernah menyaksikan apa pun kecuali nur (cahaya). Lalu bagaimana mungkin dia melihat-Nya?

Di antara pendapat yang menarik untuk direnungkan dan diperhatikan ialah yang dikemukakan Ibnu Abbas dan Ibrahim at-Taimi yang menyampaikan bahwa Rasulullah melihat Allah swt. dengan hatinya (fuad). Pendapat sebagian fukaha ini menyatakan bahwa Allah swt. membuat penglihatan (basharan) di hati Nabi Muhammad saw. Dengan demikian, Rasulullah saw. sanggup melihat Tuhannya dengan hatinya secara tepat dan benar, menyerupai melihat dengan matanya.


Wallahu A’lam


Sumber : Ensiklopedia Al-Qur’an


Comments

Popular posts from this blog

Kisah Pembantu Fir’Aun Yang Makamnya Harum

Kumpulan Doa Nabi Ibrahim

Tiga Cara Semoga Ilmu Bermanfaat