Krisis Ekonomi Di Kurun Nabi
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ غَلَا السِّعْرُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ غَلَا السِّعْرُ فَسَعِّرْ لَنَا فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى رَبِّي وَلَيْسَ أَحَدٌ يَطْلُبُنِي بِمَظْلَمَةٍ فِي دَمٍ وَلَا مَالٍ
Dari Anas bin Malik dia berkata, "Pernah terjadi kenaikan harga pada kurun Rasulullah saw., maka orang-orang pun berkata, "Wahai Rasulullah, harga-harga telah melambung tinggi, maka tetapkanlah standar harga untuk kami." Beliau kemudian bersabda: "Sesungguhnya Allah-lah yang memilih harga, yang menyempitkan dan melapangkan, dan Dia-lah yang memberi rezeki. Sungguh, saya berharap saat berjumpa dengan Allah tidak ada seseorang yang meminta pertanggungjawaban dariku dalam hal darah maupun harta." (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi dan Ahmad)
Wallahu A’lam
Sumber : Lidwa Pustaka

Comments
Post a Comment